HTTPS untuk SEO dan rangking di SERP

Dengan menggunakan protokol HTTPS akan memberikan keamanan lebih bagi para pengunjung sebuah situs, dan akhirnya Google memasukkan HTTPS sebagai salah satu faktor perangkingan SERP. Jadi dengan menggunakan protokol HTTPS maka akan meningkatkan SEO website kita.

Berikut pengumuman oleh Google Online Security:

For these reasons, over the past few months we’ve been running tests taking into account whether sites use secure, encrypted connections as a signal in our search ranking algorithms. We’ve seen positive results, so we’re starting to use HTTPS as a ranking signal. For now it's only a very lightweight signal—affecting fewer than 1% of global queries, and carrying less weight than other signals such as high-quality content—while we give webmasters time to switch to HTTPS. But over time, we may decide to strengthen it, because we’d like to encourage all website owners to switch from HTTP to HTTPS to keep everyone safe on the web.

Bisa dibaca selengkapnya di artikel HTTPS as a ranking signal.

Menjadi kerugian tersendiri dari sisi SEO bagi yang belum menggunakan protokol HTTPS ini, apalagi harga sertifikat SSL sekarang sudah sangat-sangat terjangkau.

Bagaimana? tertarik beralih ke protokol HTTPS?

Google Panda 4.0

Lama juga tidak mengupdate blog ini, tulisan terakhir pada bulan Maret kemarin.

Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya kalau pada tanggal 21 Mei 2014 kemarin Google telah merilis Panda 4.0 seperti yang diumumkan oleh Matt Cutts via Twitter:

Algoritma Panda didesain untuk mencegah situs dengan kualitas konten buruk mendapatkan ranking yang bagus di SERP.

Sejauh ini tidak ada perubahan rangking pada situs-situs saya, misal Bersosial.com yang merupakan situs "User Generated Content" yang sangat rawan dengan perubahan algoritma semacam ini.

Google: Link Yang Off-topic Tidak Perlu di Disavow

Semenjak munculnya disavow tools muncul banyak kekhawatiran dari kalangan webmaster tentang link dari situs tertentu yang tidak relevan dengan topik blog kita.

Banyak para webmaster yang kemudian menggunakan tool tersebut yang bertujuan meminta supaya Google mengacuhkan link yang dianggap membahayakan.

John Mueller berkata:

Kalian tidak perlu men-disavow link dari situs yang tidak setopik. Tool ini hanya diperuntukkan dimana link tersebut bermasalah, tidak natural, melewati PR yang tidak bisa kalian hapus secara manual.

Jadi bisa disimpulkan kalau tidak semua link yang tidak relevan membahayakan dan perlu di disavow.

Diskusi tentang topik ini di Google Webmaster Help.

Peringatan Google Untuk Rich Snippet Spam & Spammy Structured Markup

Akhirnya Google mengirim peringatan tentang penyalahgunaan rich snippet serta structured markup kepada para webmaster & blogger.

Sebelumnya saya sudah memperingatkannya di postingan Memasang Rich Snippet bisa membahayakan, dan ternyata benar kalau Google sudah mulai bertindak tegas.

Dikarenakan banyaknya blogger & webmaster yang menyalahgunakan fitur ini maka Google pun mengurangi munculnya rich snippet di SERP, baca postingan di Webmaster Central untuk lebih jelasnya.

Berikut adalah contoh notifikasi dari Google melalui sebuah pesan di Webmaster Tools:

Markup on some pages on this site appears to use techniques such as marking up content that is invisible to users, marking up irrelevant or misleading content, and/or other manipulative behavior that violates Google's Rich Snippet Quality guidelines.

Untuk mengetahui siapa orang yang sudah mendapatkan notifikasi bisa mengunjungi halaman ini.

Bagaimana? masih nekad memasang rich snippet yang tidak relevan dengan konten?

Yang paling sering saya lihat adalah rating postingan model bintang dengan vote yang tidak masuk akal.