GPL atau MIT?

Menjelang rilis HTMLy malah bingung mau pilih lisensinya, apakah harus GPL (General Public License) ataukah MIT license (Massachusetts Institute of Technology)?

Setelah googling dan sedikit mempelajari ternyata perbedaan mendasarnya hanya pada masalah pendistribusiannya, dan GPL lebih restriktif dibandingkan dengan MIT.

Berikut perbedaan utama dari keduanya:

GPL (General Public License)

Pada sebuah proyek open source dengan lisensi GPL, jika kita memodifikasinya maka kita tidak perlu membuat modifikasi tersebut open source asalkan hanya untuk penggunaan pribadi, tapi jika kita mendistribusikannya maka secara otomatis modifikasi tersebut menjadi GPL, dan orang yang menerimanya pun bebas melakukan apapun seperti memodifikasinya kembali, menjualnya dll.

MIT license

Kontras dengan proyek berlisensi MIT, misal kita memodifikasi proyek yang berlisensi MIT maka kita tidak dituntut untuk membuat modifikasi yang kita buat menjadi open source. Bahkan kita bisa membat modifikasi tersebut menjadi aplikasi yang tertutup, misal dengan mengenkripsi kode-kodenya supaya hanya kita yang tahu.

Meskipun GPL restriktif, akan tetapi misal theme ataupun module/plugin tidak harus GPL juga, yang harus GPL adalah corenya.

Percepat Loading Website dengan Data URI Scheme

Data URI scheme adalah skema URI (Uniform Resource Identifier) yang menyediakan cara untuk memasukkan data secara in-line di sebuah halaman web layaknya sumber daya eksternal.

Teknik ini memungkinkan resource yang terpisah seperti gambar ataupun css diambil dalam satu permintaan HTTP yang tentu saja akan menjadi lebih efisien.

Encoding yang digunakan adalah base64, sebuah skema binary-to-text encoding yang mewakili data biner dalam format string ASCII.

Penggunaan paling umum dari teknik ini adalah untuk ikon, saya ambilkan contoh di blog ini:

Premature Optimization is The Root of All Evil

Optimasi perfoma sebuah software, webware dll. memang sangat diperlukan tapi perlu kita ingat kalau dilakukan secara berlebihan malah akan menjadi bumerang.

Seperti yang diungkapkan oleh Donald Knuth:

We should forget about small efficiencies, say about 97% of the time: premature optimization is the root of all evil

Optimasi prematur adalah ungkapan yang digunakan untuk menggambarkan situasi di mana seorang programer mengorbankan desain awal demi sebuah perfoma yang mengakibatkan kode tidak mudah dimengerti dan bahkan berujung pada tidak stabilnya program tersebut.

Langkah yang paling baik adalah merancangnya, mengcoding, dan baru melakukan optimasi/benchmark terhadap kode yang dihasilkan untuk melihat bagian mana yang perlu dioptimalkan.

Dalam prakteknya, kita perlu memikirkan perfoma ketika merancang perangkat lunak, tentu saja dengan menulis kode yang benar, tetapi programer tetap harus menyeimbangkan antara tujuan desain dan optimasi.

Sumber Wikipedia.

MarkdownPad 2: Aplikasi Gratis Pembuat File Markdown

Karena blog ini menggunakan dokumen dengan format markdown, maka untuk memudahkan penulisan di blog, saya menggunakan sebuah aplikasi pembantu yaitu MarkdownPad 2.

Aplikasi ini mempunyai dua versi, gratis dan pro (berbayar), pastilah saya pilih yang gratisan. Berikut beberapa fitur-fitur dari MarkdownPad 2 ini:

  • Instant HTML Preview
  • Print HTML
  • Print Markdown
  • HTML export
  • Custom CSS
  • Spell check
  • Custom CSS

Untuk versi pro berharga sekitar $15 dan kita bisa mendapatkan semua fitur yang tidak ada di versi gratisnya.

Langsung saja download MarkdownPad 2 di sini.

HTMLy: Menjelang Fase Alpha

Seperti artikel sebelumnya di sini, kalau pengembangan dari blogging platform sederhana tersebut berjalan lancar.

Mayoritas fitur sudah tercover, mungkin hanya fitur-fitur pelengkap saja yang belum ditambahkan misal recent posts, akan tetapi itu bukan menjadi masalah yang berarti.

Fitur terakhir yang saya tambahkan adalah Archive list yang ada di sidebar.